Doa di Gerbang Sekolah

Seperti pagi-pagi sebelumnya, setelah memarkir singa merah di halaman parkir, anak-anak menyerbuku. Satu per satu mereka mendekat untuk salim (berjabat tangan sambil mencium punggung tangan). Tak lupa kulempar senyum pada mereka seraya mendoakan mereka semoga mereka jadi anak yang paripurna.

Beberapa anak tidak segera berlalu dari hadapanku. “Bu, kami bawakan tasnya ya.”, pinta Aulia sambil mendongak dengan wajah lugunya. Akupun mengiyakan. Tas kerja berpindah ke tangan mungil Aulia. Disusul tas laptop bergeser pada punggung Balqis. Bekal makanku pun pindah ke tangan Fariz. Dengan sigap mereka membawa semua perbekalan tugasku ke ruang kantor.

Perlahan aku berjalan menuju pintu gerbang untuk menyambut para siswa yang baru datang. Kuulurkan tanganku untuk salim dengan anak-anak yang baru datang. Sesekali aku ucapkan salam pada mereka. Terkadang gantian aku yang menjawab salam mereka. Tegur sapa ringan dan saling bertukar senyum juga kulakukan dengan para pengantar. Tak lepas bibir ini memanjatkan doa untuk mereka.

Kebiasaan ini ternyata bagai virus. Semula aku yang sering mengucap doa untuk anak-anak. Barakallah, semoga sholeha, semoga panjang umur, semoga selalu sehat dan sebagainya. Sengaja sedikit aku keraskan suaraku agar mereka mendengarnya. Akhir-akhir ini aku terkejut karena aku juga mendapat doa dari mereka. Kalau ada kegiatan berbalas pantun, maka pagi hari di gerbang sekolahku ada momen berbalas doa.

Lebih mengejutkan lagi doa-doa mereka lebih dasyat dari doaku untuk mereka. “Semoga Bu Lina masuk syurga, semoga Bu Lina banyak rizki….” aku tercengang dengan doa yang meluncur dari bibir-bibir mungil mereka. Bak malaikat kecil yang membawa kucuran rahmat dari Illahi. Tak hanya indah didengar namun sejuk di hati dan jadi motivasi besar untuk mengawali tugas mulia.

Hasratku ternyata jadi makin tinggi. Aku sangat berharap agar doa-doa di gerbang sekolah bisa jadi viral di rumah-rumah mereka. Berbalas doa dengan ayah ibu dan keluarga di rumah. Khayalku melambung, andai semua tempat berhamburan doa  kita.

Lina Kamalin

Peserta Sagu Sabu Surabaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.